Beberapa Efek yang Harus Anda Ketahui dari Obat Pelangsing

Saat ini sudah banyak masalah obesitas di dunia. Obesitas adalah akumulasi lemak yang tinggi di dalam tubuh akibat asupan kalori lebih banyak dari yang dibutuhkan tubuh dan aktivitas fisik yang membakar kalori sangat sedikit. Kondisi ini akan menyebabkan obesitas jika terjadi dalam waktu yang lama.

Obesitas tentu saja bukan kondisi yang baik, karena menimbulkan berbagai efek buruk bagi tubuh seperti rentan terhadap penyakit kronis, antara lain diabetes tipe 2, tekanan darah tinggi, stroke, kanker, dan sebagainya.

Selain menimbulkan berbagai penyakit, tentunya kegemukan ini membuat kita tidak percaya diri. Jadi, kita pasti ingin segera menurunkan berat badan, bukan?

Ini tentu saja tidak instan. Karena dengan menggunakan cara ini anda bisa menurunkan berat badan dengan aman. Namun, sebagian orang sudah tidak sabar untuk memiliki berat badan yang ideal.

Lalu, apakah menurunkan berat badan dengan obat pelangsing efektif?

Obat pelangsing dan suplemen makanan ibarat solusi ajaib untuk menurunkan berat badan dengan cepat dan instan. Ketakutannya adalah bahwa produsen obat menawarkan solusi ajaib tetapi tidak didasarkan pada penelitian klinis. Bisa jadi, obat atau suplemen tersebut justru menimbulkan risiko yang merugikan tubuh.

Tidak semua obat pelangsing bisa langsung bekerja secara efektif bagi tubuh untuk menurunkan berat badan. Agar bisa lebih efektif maka di butuhkan pola makan yang sehat dan melakukan olahraga.

Namun, tidak semua obat penurun berat badan aman. Jangan sampai Anda mudah tergoda oleh obat-obatan yang tidak aman!

Bagaimana cara kerja obat pelangsing?

Sebenarnya tahukah Anda bagaimana cara kerja obat pelangsing? Tidak cukup hanya mengetahui obat mana yang aman, lho. Setidaknya jika Anda tahu cara kerja obat ini, Anda bisa mempertimbangkan lebih baik mana yang tepat. Sebab, beda jenis obat pelangsing lho, beda pula fungsinya.

Obat penekan nafsu makan

Obat penekan nafsu makan adalah salah satu obat yang di berikan untuk seseorang yang ingin menjalankan program diet. Saat nafsu makan kita berkurang, asupan makanan kita juga berkurang.

Obat penekan nafsu makan ini harus dikonsumsi sesuai resep dokter, tidak sembarangan. Pasalnya, jika dikonsumsi dalam dosis yang terlalu tinggi, kita akan mengalami efek samping seperti peningkatan tekanan darah, jantung berdebar-debar, susah tidur, gugup, cemas, ketergantungan, dan beberapa risiko lainnya jika dikonsumsi dalam jangka panjang.

Obat-obatan yang mengurangi penyerapan lemak dan karbohidrat tubuh

Jadi, meski kita mengonsumsi makanan berlemak dan tinggi karbohidrat, nantinya kandungan lemak tersebut akan dibuang oleh tubuh. Tentunya mengonsumsi obat ini tidak akan efektif jika pola makan kita masih berlebihan terutama pada jenis makanan yang tinggi lemak dan karbohidrat.

Efek samping obat ini adalah kram perut, sering buang air kecil (kentut), dan diare. Jangan lupa minum obat ini sesuai resep dokter. Oh ya, mengonsumsi obat ini juga dianjurkan untuk dibarengi dengan konsumsi multivitamin.

Obat yang mempercepat metabolisme tubuh

Ada lagi obat pelangsing yang fungsinya mempercepat metabolisme kita. Obat ini bekerja dengan cara cepat membakar makanan atau minuman yang kita konsumsi. Contoh obat jenis ini biasanya mengandung kafein, ekstrak teh, gatu kola, dan guarana.

Tentu saja konsumsi obat ini dalam dosis tinggi jelas menimbulkan efek samping yang akan membahayakan bagi tubuh kita. Jadi, konsultasikan dulu dengan dokter sebelum mengonsumsinya.

Post A Comment