Membuat Minyak Atsiri Sendiri Dengan Metode Penyulingan

Hallo Sobat semuanya!

Selamat datang dan terima kasih Sobat telah mengunjungi artikel yang ada dalam situs website ini. Semoga dengan adanya artikel ini dapat membantu apa yang sedang dicari oleh Sobat dan semoga bermanfaat. Enjoy!

Pada kesempatan kali ini, penulis kece mau membagikan mengenai Cara Membuat Minyak Atsiri Sendiri. Whattt!! Memangnya bisa ya membuat Minyak Atsiri sendiri? Jawabannya bisa dong pasti, bahkan bisa dibuat dirumah dengan memanfaatkan barang yang ada dirumah. Dan tentunya ada bahan dong ya.

Nah, pembuatan Minyak Atsiri itu sangat beragam Sobat, bisa menggunakan Pengepresan, Ekstrasi Lemak Panas, Ekstrasi Lemak Dingin, dan yang paling umum atau sering digunakan yaitu dengan Metode Penyulingan. Dan alat yang digunakan itu ada alat destilasi minyak atsiri. Nah kali ini disini akan Membuat Minyak Atsiri Sederhana Dengan Metode Penyulingan. Sebelum masuk ke langkah-langkah, akan lebih baik kita mengetahui secara teori, apa si itu Destilasi Atau Penyulingan? Check it out!

Metode Destilasi atau Penyulingan

Cara Pembuatan Minyak Atsiri | Blog Rumah Mesin

Metode ini sering digunakan dalam pembuatan Minyak Atsiri. Dan merupakan suatu proses isolasi Minyak Atsiri dari bahan bakunya dengan bantuan uap air, dimana minyak dan air tidak bercampur. Karena sifat minyak atsiri yang demikian, maka kandungan minyak dalam kondensat (campuran air dan minyak yang keluar
dari kondensor) berbeda untuk setiap jenis bahan minyak atsiri.

3 Sistem Penyulingan

  • Distillation Water / Air / Pengukusan

Pembuatan Minyak Atsiri dengan metode penyulingan sistem air ini merupakan yang paling mudah diantara metode yang lainnya. Nah pada metode ini, bahan tanaman dimasukkan kedalam ketel suling yang sudah berisi dengan air, sehingga bahan baku daun serai bercampur dengan air.

Metode ini relatif sederhana, demikian juga dengan bahan, untuk ketel pun mudah didapat. Dan beberapa penyuling bahkan dapat memanfaatkan drum bekas oil, minyak tanah, drum bekas aspal untuk digunakan sebagai ketel.

Perbandingan air dan bahan baku harus seimbang. Bahan baku dimasukkan dan dipadatkan, selanjutnya tutup rapat, ketel jangan sampai ada celah untuk uap keluar. Uap yang hasil, perebusan air dan bahan dialirkan melalui bahan kemudian dialirkan melalui pipa menuju ketel kondesator yang mengandung air dingin, sehingga terjadilah pengembunan.

Kelemahan dari metode ini jika bahan berbentuk tepung atau bunga-bungaan yang membentuk gumpalan jika terkena panas yang tinggi. Selain itu juga, karena dicampur menjadi satu, waktu penyulingan menjadi lama dan jumlah minyak yang dihasilkan menjadi relatif sedikit.

  • Distilasi Air dan Uap

Image for post

Pembuatan Minyak Atsiri sisem ini dikenal juga dengan sistem kukus. Prosesnya yaitu bahan (serai) diletakkan pada ayakan atau saringan yang terletak beberapa centi diatas permukaan air. Metode ini menggunakan uap tekanan rendah, dibandingkan dengan sistem penyulingan air, perbedaannya terletak pada pemisahan bahan dan air.

Untuk penempatan masih dalam satu ketel, prosesnya air dimasukkan kedalam ketel hingga1/3 bagian. Lalu bahan dimasukkan kedalam ketel sampai padat dan pastinya tertutup rapat.

Saat proses perebusan dan air mendidih, uap yang terbentuk akan melewati saringan dan celah-celah bahan. Minyak Atsiri yang ada di bahan ikut bersama uap panas melalui pipa menuju ketel kondensator.

Kemudian uap dan minyak akan mengembun ditampung dalam tangki pemisah. Keuntungan dari metode ini adalah uap yang masuk terjadi secara merata kedalam jaringan bahan dan suhu dapat dipertahankan sampai 100 derajat celcius.

  • Distilasi Uap

Image for post

Untuk pembuatan Minyak Atsiri dengan sistem ini menggunakan tekanan uap yang tinggi, dan tekanan uap yang dihasilkan lebih tinggi daripada tekanan udara luar. Air sebagai sumber uap panas terdapat dalam “boiler” yang terpisah dalam penyulingan.

Bahan yang cocok menggunakan sistem ini yaitu seperti kayu, kulit batang, biji-bijian yang relatif keras. Dan perlu diperhatikan, jika minyak dalam bahan diperkirakan sudah habis, maka tekanan uap perlu diperbesar lagi dengan tujuan menyuling komponen kimia yang bertitik didih lebih tinggi.

Pembagian Destilasi.

  • Berdasarkan Prosesnya

    • Destilasi batch : destilasi yang dilakukan satu kali proses, yakni bahan dimasukkan dalam peralatan, diproses kemudian diambil hasilnya.
    • Destilasi kontinyu : destilasi yang sedang berlangsung di mana campuran cair secara terus-menerus dimasukkan ke dalam proses dan filtrat terpisah dikeluarkan seiring berjalannya waktu selama operasi.
  • Berdasarkan Basis Tekanan Operasinya

    • Penyulingan atmosferi : proses pemisahan berdasarkan perbedahan titik didihnya pada tekanan atmosfer dan temperatur maksimum 350 C.
    • Destilasi vakum : metode penyulingan dimana tekanan dari sistem penyulingan direduksi menjadi kurang dari tekanan uap yang biasanya (kurang dari tekanan atmosfer) sehingga meminimalisir penguapan cairan yang lebih volatil.
    • Destilasi tekanan tinggi : proses pemisahan komponen dari campurannya dengan menggunakan panas sebagai tenaga pemisah, dimana tenaga yang digunakan adalah tekanan tinggi.
  • Berdasarkan Komponen Penyusunnya

    • Destilasi system biner : destilasi pencampuran dua komponen
    • Destilasi system multi komponen : destilasi pencampuran lebih dari dua komponen
  • Berdasarkan System Operasinya

    • Single-stage Destillation : destilasi yang hanya melalui satu tahap destilasi.
    • Multi stage Destillation : destilasi yang melalui beberapa tahap destilasi.

Kelebihan dan Kekurangan Destilasi.

Pasti disetiap metode itu ada kelebihan dan kekurangan, tinggal dari kita saja mau memilih yang mana, dan menyesuaikan kebutuhannya.

  • Kekurangan

    • Dapat memisahkan zat dengan perbedaan titik didih yang tinggi.
    • Produk yang dihasilkan benar-benar murni.
  • Kelebihan

    • Hanya dapat memisahkan zat yang memiliki perbedaan titik didih yang besar.
    • Biaya alat relatif mahal. Tetapi ada juga yang membuat versi yang lebih murah menggunakan barang yang ada disekitarnya.

Langkah Pembuatan

Dan ini dicontohkan dengan cara Membuat Minyak Atsiri sendiri dengan bahan Sereh, Jahe, dan juga Lemon :

  • Membuat Minyak Sereh

Minyak Atsiri Sereh

Bahan :

  • Sereh
  • Air
  • Es batu

Alat :

  • Pisau dan talenan
  • Panci
  • Baskom sedang
  • Selang kecil dan panjang
  • Botol kaca kecil gelap

Langkah-Langkah :

  1. Potong sereh yang sudah dipanen sekitar 5 cm. Untuk mendapatkan hasil yang lebih lama, bisa menjemur sereh yang telah dipotong selama 3-4 jam. Tujuannya ya agar tidak cepat busuk.
  2. Kemudian lubangi panci, pastikan lubang hanya cukup untuk selang yang nanti akan dimasukkan sebagai tata cara dalam pembuatan minyak sereh.
  3. Selanjutnya, lubangi bagian kanan dan kiri baskom seukuran diameter selang.
  4. Masukkanlah air ke dalam panci, isi setengah panci kemudian tutup dengan sekat yang biasa digunakan untuk menutup makanan (tudung saji)
  5. Dan setelah itu, masukkan juga sereh yang telah dipotong ke dalam panci yang sudah berisi air dibawahnya.
  6. Pastikan untuk panci tertutup rapat supaya tidak ada uap sereh yang terbuang sia-sia. Dan pastikan juga untuk tutup panci yang sudah dilubangi dimasukkan selang.
  7. Siapkan baskom yang telah dilubangi juga bagian kanan dan kiri nya, kemudian masukkan selang dari ujung kanan dan keluar di ujung kiri baskom.
  8. Jika beberapa bagian dari selang telah masuk kedalam baskom, kemudian masukkan es batu kedalam baskom.
  9. Siapkan botol kaca dan masukkan juga ujung selang kedalam botol.
  10. Tunggulah beberapa saat, kemudian minyak akan menetetes dengan sendirinya kedalam botol.
  • Membuat Minyak Jahe

minyak atsiri jahe

Langkah-Langkah : 

  1. Pilihlah jahe yang segar dan berumur minimal 8-9 bulan.
  2. Kemudian cuci bersih dan hilangkan kotoran yang melekat.
  3. Setelah itu, iris tipis jahe sekitar 3-4 mm.
  4. Keringkan dibawah sinar matahari atau juga bisa dengan dioven dengan kadar air dalam jahe mencapai 10-12%.
  5. Setelah itu giling kasar, bisa mengunakan hammermill mesh 20 mm.
  6. Setelah itu sulinglah menggunakan Sistem Uap dan Air selama 6-8 jam atau sampai minyak sudah tidak menetes lagi.
  7. Pisahkan minyak yang masih bercampur air dengan membuka kran tabung pemisah.
  8. Tambahkan juga dengan natrium sulfat anhidrat, kurang lebih 2-5% kedalam minyak sehingga diperoleh minyak yang bebas dengan air.
  9. Keluarkan bahan sisa penyulingan dari ketel, setelah ketel penyulingan dingin, kemudian bersihkan  ketel.

Membuat Minyak Lemon

10 Manfaat Aromaterapi untuk Pemakaian Rumahan. Redakan Stres!

Bahan dan Alat :

  • Lemon segar / lemon peel powder
  • Saringan
  • Parutan
  • Minyak Pembawa
  • Wadah/panci/mangkuk
  • Botol kaca gelap dan tertutup rapat
  • Pisau

Langkah-Langkah :

  1. Cuci bersih lemon dengan air mengalir. Lalu keringkan
  2. Kemudian kupas bagian kulitnya saja, jangan sampai terkena bagian putihnya karena akan menjadi pahit.
  3. Lalu parut kulitnya, kemudian masukkan kedalam wadah/panci/mangkuk
  4. Selanjutnya, tuangkan minyak pembawa (zaitun, jojoba, dan lainnya) ke wadah yang berisi parutan kulit, hingga benar-benar terendam, dan tutup rapat.
  5. Letakkan wadah ditempat yang dekat dengan jendela dan sinar matahari, kemudian tunggu hingga sampai 1–2 minggu, dan kocok kuat setiap harinya.
  6. Jika sudah, saringlah campuran tersebut, jangan sampai residu ikut terbawa.
  7. Tuangkan minyak yang sudah disaring kedalam botol kaca yang gelap dan tutup rapat-rapat. Minyak Atsiri Lemon siap digunakan setiap hari, untuk penyimpanan bisa disimpan di kulkas.

Itulah bagaimana Cara Membuat Minyak Atsiri sendiri. Sobat bisa kunjungi artikel dengan klik Pembuatan Minyak Atsiri, dan juga Jenis Minyak Atsiri lainnya.

Sekian dari penulis kece ini, mohon maaf apabila terdapat kekurangan atau kesalahan dalam artikel ini. Jika ada saran atau kritik silahkan bisa disampaikan melalui laman komentar yang ada dibawah.

Dan jangan lupa untuk share artikel ini sebanyak-banyaknya, agar yang lain juga tahu! Yuk saling berbagi ilmu!

Terima Kasih dan sampai jumpa esok Sobat!

Leave a Reply